SEKILAS INFO
  • 1 tahun yang lalu - masih dalam tahap maintenance-
JAM :
Diterbitkan :
Kategori : Berita

Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mampu bekerja secara terbuka, sinergis, dan lintas sektor. Tantangan global seperti perkembangan teknologi informasi, digitalisasi pelayanan publik, perubahan iklim, hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat tidak lagi dapat diselesaikan secara individual maupun sektoral. Oleh karena itu, nilai Kolaboratif menjadi salah satu fondasi penting dalam Core Values ASN BERAKHLAK.

Nilai Kolaboratif menekankan pentingnya kerja sama, sinergi, dan keterlibatan berbagai pihak untuk mencapai tujuan bersama. ASN tidak hanya dituntut bekerja secara profesional dalam unit kerjanya masing-masing, tetapi juga harus mampu membangun hubungan kerja yang harmonis, terbuka, dan produktif dengan berbagai pemangku kepentingan.


Kolaborasi sebagai Jawaban atas Tantangan Birokrasi

Dalam praktik birokrasi, masih sering ditemukan adanya fragmentasi dan silo mentality, yaitu kondisi ketika setiap unit atau instansi bekerja sendiri-sendiri tanpa koordinasi yang baik. Akibatnya, pelayanan publik menjadi lambat, kurang efektif, dan tidak terintegrasi.

Kolaborasi hadir sebagai solusi untuk mengatasi sekat-sekat tersebut. Dengan budaya kolaboratif, ASN dapat membangun sinergi lintas bidang, mempercepat penyelesaian pekerjaan, serta menciptakan inovasi pelayanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Menurut Gray (1989), kolaborasi merupakan proses di mana pihak-pihak dengan keahlian berbeda dapat mengeksplorasi perbedaan secara konstruktif dan menemukan solusi baru yang sulit dicapai tanpa perspektif pihak lain. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekuatan kerja sama dalam tim.


Konsep Collaborative Governance dan Whole of Government

Dalam tata kelola pemerintahan modern, kolaborasi diwujudkan melalui pendekatan Collaborative Governance dan Whole of Government (WoG).

Collaborative Governance merupakan proses pengambilan keputusan yang melibatkan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan, baik masyarakat, organisasi, maupun sektor non-pemerintah, untuk mencapai tujuan bersama secara partisipatif dan konsensus.

Sementara itu, Whole of Government (WoG) adalah pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya kolaboratif seluruh sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas. Pendekatan ini bertujuan menciptakan pelayanan publik yang terintegrasi, efektif, dan efisien.

Melalui WoG, sekat-sekat antar organisasi dapat dikurangi sehingga setiap instansi mampu bergerak dalam satu tujuan yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Tiga Panduan Perilaku Kolaboratif ASN

Dalam Core Values ASN BERAKHLAK, nilai Kolaboratif diwujudkan melalui tiga panduan perilaku utama, yaitu:

1. Memberi Kesempatan kepada Berbagai Pihak untuk Berkontribusi

ASN harus mampu membuka ruang partisipasi bagi seluruh pihak dalam pelaksanaan tugas dan penyelesaian pekerjaan. Sikap ini diwujudkan dengan menerima pendapat, masukan, dan saran dari orang lain secara terbuka.

Perwujudan perilaku ini dapat dilakukan melalui:

  • Menerima pendapat dan saran dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Memuji keunggulan dan prestasi orang lain
  • Mendorong rekan kerja, atasan, maupun bawahan untuk terlibat aktif dalam pencapaian tujuan instansi
  • Mengakui kesalahan dan menjadikannya sebagai pembelajaran bersama

Dengan memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk berkontribusi, akan tercipta lingkungan kerja yang inklusif, harmonis, dan saling menghargai.

2. Terbuka dalam Bekerja Sama untuk Menghasilkan Nilai Tambah

Kolaborasi membutuhkan keterbukaan dan komunikasi yang efektif. ASN harus mampu bekerja sama secara transparan, saling mendukung, serta membangun sinergi untuk menghasilkan manfaat yang lebih besar.

Perwujudan perilaku ini antara lain:

  • Membagi tugas, tanggung jawab, hak, dan kewajiban secara proporsional
  • Bersinergi dengan pihak-pihak terkait dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Membangun komunikasi yang efektif dalam koordinasi tim kerja

Melalui keterbukaan dan kerja sama yang baik, organisasi akan lebih mudah mencapai target kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

3. Menggerakkan Pemanfaatan Berbagai Sumber Daya untuk Tujuan Bersama

ASN juga dituntut mampu mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung pencapaian tujuan organisasi. Sikap proaktif dan semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam perilaku kolaboratif.

Perwujudan perilaku ini dapat dilakukan dengan:

  • Mengajukan diri untuk terlibat dalam proyek atau kegiatan secara sukarela
  • Mengoptimalkan sumber daya yang mendukung pencapaian kinerja instansi
  • Menggerakkan kerja sama lintas bidang dan lintas sektor demi kepentingan bersama

Dengan memanfaatkan seluruh potensi dan sumber daya secara bersama-sama, organisasi akan menjadi lebih kuat, tangguh, dan adaptif menghadapi tantangan.


Membangun Budaya Organisasi yang Kolaboratif

Organisasi dengan budaya kolaboratif memiliki karakteristik yang terbuka terhadap perubahan, menghargai pegawai sebagai aset penting, mendukung kerja tim, serta membangun komunikasi yang transparan.

Budaya kolaboratif juga mendorong terciptanya:

  • Kepercayaan antar pegawai
  • Kepemimpinan yang fasilitatif
  • Penyelesaian masalah secara bersama
  • Inovasi pelayanan publik yang berkelanjutan

Dalam praktiknya, keberhasilan kolaborasi dipengaruhi oleh beberapa faktor penting seperti kepercayaan, pembagian peran yang jelas, komunikasi efektif, kepemimpinan yang mendukung, serta komitmen terhadap tujuan bersama.


Nilai Kolaboratif merupakan kunci penting dalam membangun birokrasi yang modern, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. ASN harus mampu bekerja lintas sektor, menghilangkan ego sektoral, serta membangun sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Melalui penerapan nilai Kolaboratif, ASN tidak hanya bekerja untuk kepentingan unit kerja masing-masing, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, inovatif, dan berorientasi pelayanan publik.

Sebagaimana disampaikan oleh Gray (1989):

“Kolaborasi adalah proses di mana pihak dengan keahlian berbeda dapat secara konstruktif mengeksplorasi perbedaan dan menemukan solusi baru yang sulit dicapai tanpa perspektif orang lain.”

BKPSDMAD Kabupaten Sambas mengajak seluruh ASN untuk terus menginternalisasikan nilai Kolaboratif dalam setiap pelaksanaan tugas, demi mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta birokrasi yang semakin maju dan berdaya saing.

SebelumnyaPelatihan Dasar CPNS Golongan III Angkatan VIII Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Sambas Tahun 2026 Resmi Ditutup SesudahnyaBKPSDMAD Kabupaten Sambas Laksanakan Sinkronisasi E-Kinerja PPPK Paruh Waktu Guru di Lingkungan Korwil Sebawi
Pengambilan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Jabatan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Samba
Alhamdulillah, Pada Hari Kamis, 10 September 2026 Bupati Sambas H. Satono, S. Sos. I. M.H., secara resmi melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan sebanyak 297 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pejabat...
Tingkatkan Akurasi Data Kepegawaian, BKPSDMAD Kabupaten Sambas Gelar Sosialisasi Peningkatan Skor Arsip Digital PNS
Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Daerah (BKPSDMAD) Kabupaten Sambas menggelar Sosialisasi Peningkatan Skor Arsip Digital Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada aplikasi Document Management System (DMS). Kegiatan ini...
Pengambilan Sumpah Janji dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas
Sambas, 28 Agustus 2026 — Bupati Sambas, H. Satono, S.Sos.I., M.H., secara resmi mengambil sumpah dan melantik Dr. Rachmad Robbi, S.E., M.E. sebagai Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas....
PENGUMUMAN HASIL AKHIR SELEKSI DAN PESERTA YANG MASUK 3 (TIGA) BESAR SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMASEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2026
Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Nomor 06/SK PANSEL-JPT/SBS/VIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026 tentang Penetapan Hasil Akhir Seleksi dan Peserta yang Masuk 3 (Tiga) Besar Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris...
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PRESENTASI DAN WAWANCARA SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2026
Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Nomor 05/SK PANSEL-JPT/SBS/VIII/2026 tanggal 12 Agustus 2026 tentang Penetapan Hasil Seleksi Presentasi dan Wawancara Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas Tahun 2026,...
PENGUMUMAN PENETAPAN HASIL SELEKSI KOMPETENSI MANAJERIAL DAN SOSIAL KULTURAL SELEKSI TERBUKA JABATAN PIMPINAN TINGGI PRATAMA SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN SAMBAS TAHUN 2026
Berdasarkan Keputusan Panitia Seleksi Nomor 04/SK PANSEL-JPT/SBS/VIII/2026 tanggal 9 Agustus 2026 tentang Penetapan Hasil Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah Kabupaten Sambas...