Kategori : Berita

Setia pada Konstitusi, Bekerja untuk Bangsa
Nilai Loyal merupakan salah satu pilar utama dalam Core Values BERAKHLAK ASN. Loyalitas bukan sekadar kesetiaan personal, melainkan komitmen moral dan profesional ASN untuk mengabdi kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta pemerintahan yang sah.
Makna dan Urgensi Loyalitas ASN
Secara etimologis, loyal berasal dari kata loial (Prancis) yang berarti sikap setia. Dalam konteks ASN, loyalitas dimaknai sebagai dedikasi dan pengabdian penuh dengan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Nilai loyal menjadi sangat penting di tengah upaya transformasi birokrasi menuju World Class Government. ASN dituntut profesional, berintegritas, bersih dari praktik KKN, serta memiliki ketahanan ideologis dalam menghadapi tantangan globalisasi dan derasnya arus informasi digital.
Ciri ASN yang Loyal
ASN yang loyal tidak hanya patuh pada aturan, tetapi melaksanakannya atas dasar kesadaran dan tanggung jawab. Loyalitas tercermin dari integritas dalam bekerja, kemauan berkolaborasi, rasa memiliki terhadap organisasi, hubungan kerja yang sehat, serta keberanian menyampaikan pendapat secara arif demi kemajuan instansi.
ASN yang loyal juga mampu menjadi teladan, menjaga etika, serta tetap berorientasi pada tujuan organisasi dan kepentingan publik.
Panduan Perilaku Loyal dalam BERAKHLAK
Nilai Loyal diwujudkan melalui tiga panduan perilaku utama:
-
Memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, setia kepada NKRI dan pemerintahan yang sah.
ASN dituntut memiliki komitmen, dedikasi, dan nasionalisme, serta siap mengabdi di seluruh wilayah NKRI dengan mengutamakan kepentingan negara. -
Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara.
Hal ini dilakukan melalui sikap profesional, netral, tidak diskriminatif, serta menghindari konflik kepentingan dalam pelaksanaan tugas. -
Menjaga rahasia jabatan dan negara.
ASN wajib menggunakan informasi jabatan secara bertanggung jawab dan tidak menyalahgunakannya untuk kepentingan pribadi atau pihak tertentu.
Membangun Loyalitas dalam Organisasi dan Kebangsaan
Loyalitas ASN dapat diperkuat melalui pembangunan budaya organisasi yang sehat, peningkatan kesejahteraan, pengembangan karier, serta evaluasi kinerja yang berkelanjutan. Di sisi lain, penguatan wawasan kebangsaan dan nasionalisme menjadi fondasi penting agar ASN tetap teguh pada jati diri bangsa.
Loyalitas dan Nilai Bela Negara
Nilai Loyal juga tercermin dalam implementasi lima nilai dasar Bela Negara, yaitu cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia pada Pancasila, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara. Melalui nilai-nilai ini, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan publik yang optimal dan berkeadilan.
Loyalitas yang Benar, Bukan Loyalitas Buta
Penting dipahami bahwa loyalitas ASN bukanlah kesetiaan buta kepada individu atau pimpinan, apalagi sampai membenarkan pelanggaran hukum. ASN dilarang terlibat politik praktis, menyalahgunakan wewenang, atau mendukung ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.
Nilai Loyal bagi ASN adalah wujud kesetiaan tertinggi kepada konstitusi dan cita-cita bangsa. Loyalitas diwujudkan melalui integritas, profesionalisme, serta pelayanan publik yang adil dan berkualitas. Dengan loyalitas yang benar, ASN menjadi perekat dan pemersatu bangsa, sekaligus penggerak utama pembangunan nasional.
sumber: modul Loyal LAN RI








